Keberagaman Di Dalam Pasar

Pedagang keturunan Tionghoa dengan barang dagangannya yang spesifik, pedagang jawa dengan barang dagangan yang cukup umum, mereka guyub berdagang dalam satu pasar. Pelanggan pun tidak kalah guyub, saling sapa kabar, juga tawar-menawar dengan pedagang yang bermacam-macam tadi. Laris, Koh? Sapa pedagang daging ayam ke pedagang daging babi di pasar tersebut. Mereka tidak perlu menunjukkan rasa anti satu dengan yang lainnya. Mereka dengan suka cita melayani pelanggannya. Pelanggan pun bebas hendak membeli kepada pedagang yang mana saja. Suasana yang menarik di dalam pasar ini.

Itu adalah sedikit yang berhasil saya ingat dari jalan-jalan ke pasar pada Minggu pagi lalu. Saya diajak istri untuk sekadar berburu jajan pasar di sana.

Jajan yang dijajakan di sana cukup beragam. Pejual bubur yang dikerubungi pelanggan. Penjual nasi kuning pun tidak kalah sibuk meladeni pesanan pelanggannya. Nagasari, Gatot, bahkan pisang rebus. Ada satu nama jajanan yang masih saya ingat, jajanan tersebut jajanan pada masa saya sekolah dasar dulu. Rangin. Iya, Rangin namanya. Gerobak yang tidak pernah sepi di pintu keluar pasar.

Sesekali jalan-jalan lah ke pasar. Eh… Ada yang tahu pasar apa yang sedang saya coba ceritakan?

153 Total Views 5 Views Today
Wahyudi Adhiutomo Written by:

2 Comments

  1. Tinuk
    07/17/2017
    Reply

    Haha…
    Rutinitas, seminggu sekali yud…
    Jumat sblm ngantor atau sabtu pagi2…
    Dari sayuran, ikan, tempe tahu sampai Cenil dan teman2nya sampai jamu jun…..
    pasar tradisonal… selalu menyajikan yg fresh…. 👍

    • 07/19/2017

      Pasar selalu menarik, lebih menarik lagi di Pathuk sangat beragam penjual dan pembelinya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *