Guyonan Tunjangan Hari Raya

Hawa preine wis krasa. (Tapi) hawa THR-e durung

Kutipan di atas adalah guyonan dalam bahasa Jawa yang kurang lebih kalau di-Bahasa Indonesia-kan, “Hawa liburan sudah mulai terasa. (Tapi) hawa THR –tunjangan hari raya– (yang ditunggu-tunggu) belum terasa.”

Beberapa hari terakhir menjelang liburan hari raya banyak guyonan terkirim melalui media sosial terkait tunjangan hari raya ini. Kutipan di atas hanya salah satu, ada banyak lagi varian guyonnya. Tentang THR yang sekarang sudah ada ekstraknya, misalnya. Guyonan tersebut muncul sebagai ungkapan harap-harap cemas pekerja yang sedang menantikan “durian runtuh”. Ketimbang tegang, mending guyon. Tampaknya sepertinya itu.

Meski pemerintah sudah mengatur bahwa tunjangan hari raya adalah hak pekerja dan kewajiban pemberi kerja setiap tahunnya, namun setiap tahun pula pemerintah membuka pos pengaduan terkait tunjangan hari raya ini. Maka menjadi wajar jika tetap tidak sedikit yang berharap-harap cemas terhadap kapan tunjangan hari raya tiba.

Apakah memang benar ada pemberi kerja yang berani melanggar apa yang sudah diatur pemerintah? Jikapun ternyata tidak sedikit, kok rasanya belum pernah terdengar kabar ada pemberi kerja yang lupa akan kewajiban tahunannya diumumkan pemerintah setelah mendapatkan temuan-temuan di pos pengaduan yang setiap tahunnya ada.

Lalu apa yang seharusnya dilakukan pekerja yang berhak atas tunjangan hari raya itu? Tetap berharap-harap cemas sambil berkirim guyon melalui media sosial tentunya. Tehbotol. Sudah.Tehpoci. Sudah. Tehaer. Belum. Bahahahahaha….

 

Featured Image Source

821 Total Views 3 Views Today
Wahyudi Adhiutomo Written by:

2 Comments

  1. Ika
    06/29/2016
    Reply

    Kan sudah dapat mas, walau separo hehe

    • 06/29/2016

      Wah… Sudah ikuti tren. Apa yang didapat sudah terekstrak tampaknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *