Geolog dan Media Sosial

Geolog yang berbagi pengetahuan melalui media sosial adalah Rovicky Putrohari dengan Dongeng Geologi-nya

Secara geologi, letak Indonesia menarik; tumbukan lempeng tektonik-nya juga aktivitas kegunung-apian-nya. Belum banyak yang mengerti dan paham tentang itu semua. Kita masih sering mendengar ketidaksiapan saat menghadapi gempa bumi, ketidaksiapan menghadapi erupsi gunung api dan ketidaksiapan menghadapi bencana geologi lainnya. Andai saja sudah banyak yang mengerti dan paham tentang bagaimana posisi tempat dimana mereka tinggal secara geologi, tentu akan lebih mengerti tentang bencana geologi yang berpotensi terjadi dan menjadi lebih siap dengan apa yang harus dihadapi.

Geolog dengan pengetahuan tentang kebumiannya diharapkan bisa berperan aktif berbagi informasi/pengetahuan kepada khalayak, tidak harus dengan bahasa ilmiah, cukup dengan bahasa yang populer. Ada banyak media untuk itu, salah satunya bisa memanfaatkan media sosial yang sudah sangat populer. Conto menarik tentang geolog yang berbagi pengetahuan melalui media sosial adalah Rovicky Putrohari dengan Dongeng Geologi-nya. Pemanfaatan media sosial untuk berbagi informasi seperti Dongeng Geologi haruslah banyak ditiru (oleh geolog lain) sehingga pengetahuan tentang kebumian lebih cepat sampai dan mudah dimengerti/dipahami khalayak.

Untuk tambahan informasi saja, data pertumbuhan media sosial tahun 2015 di Indonesia menunjukan, sebanyak 72 juta pengguna aktif media sosial. Dari total 72 juta, 62 juta pengguna mengakses media sosialnya menggunakan ponsel. Statitik yang luar biasa.

Berdasarkan data stastistik tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penyampaian informasi melalui media sosial akan mempunyai dampak yang luar biasa.

Mari kita membayangkan;

Di media sosial, kita mempunyai 500 teman, dan sudah tentu dari 500 teman kita itu juga mempunyai teman dan teman-temannya lagi punya teman. Ketika sedang menjelajah internet kita membaca informasi menarik tentang kebumian, kemudian kita membagikannya melalui media sosial. Setidaknya informasi yang kita bagikan itu sampai ke 500 teman kita. Apakah temannya 500 teman kita tadi tidak membaca informasi yang kita bagikan? Pastilah beberapa dari mereka pasti meembaca juga bahkan ada yang juga membagikannya ke temannya yang lain. Terus begitu. Terbayang satu informasi itu telah sampai pada lebih dari 500 orang hanya dalam waktu singkat dan tanpa keluar banyak biaya untuk itu. Luar biasa bukan?

Melihat dampak penyebaran informasi seperti di atas, geolog harus mampu memanfaatkan media sosial untuk berbagi pengetahuan yang dimilikinya kepada khalayak. Itu akan sangat bermanfaat.

 

Featured Image Source

1192 Total Views 3 Views Today

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *