Window Seat

Window seat ya, mbak?” Selalu begitu setiap saya check-in di bandar udara. Window seat hanyalah istilah yang sering digunakan untuk menyebut posisi duduk mepet dengan jendela. Kenapa saya selalu memilih tempat duduk itu?

Mendengarkan musik, baca majalah dan menyantap makanan yang dihidangkan –kalau pas kebetulan disediakan, lalu setelah itu? Tentu akan sangat membosankan jika hanya menikmati suasana dalam pesawat. Statis. Beda dengan kita menikmati pemandangan di luar pesawat; jika rute menuju Yogyakarta atau Surabaya, kita bisa menikmati pemandangan gunung; jika rute ke Kalimatan, kita bisa menikmati pemandangan muara sungai-sungai besar di sana; bahkan langit dari ketinggian lebih dari 34,000 kaki di atas permukaan air laut juga menjadi pemandangan tersendiri, kadang bersih biru, kadang berawan; sangat dinamis. Tentu menjadikan penerbangan tidaklah membosankan.

Keisengan memotret menggunakan kamera ponsel juga alasan lain kenapa saya selalu meminta window seat. Setiap akan terbang saya cukup mengaktifkan fitur mode pesawat/terbang sejak dari ruang tunggu tanpa mematikan ponsel. Jadi setiap saat saya ingin memotret, kamera ponsel selalu siap. Namanya juga iseng, kadang pramugari yang punya senyum ramahpun tak lepas dari jepret kamera ponsel.

Window seat memang posisi duduk yang menarik selama di dalam pesawat. Kalau kamu suka posisi duduk yang mana?

 

1277 Total Views 1 Views Today

2 Comments

  1. Wulandari Mandradewi
    03/25/2015
    Reply

    sama dunk mas..gara2 window seat aku list puncak gunung fuji..liat danau toba dari atas..selalu maksa minta window seat pokonya..btw fotonya keren2..:p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *