Optimistis Itu Harus Ditularkan

 Mereka mengajak rakyat untuk optimistis.

Kita sudah banyak tahu betapa berapi-api-nya pidato Bung Karno. Pidato Bung Karno selalu menarik dengan gayanya yang khas bahkan sampai ada beberapa politisi sekarang meniru gaya tersebut –lihat saja gaya Surya Paloh saat berpidato. Beberapa waktu lalu Iman Brotoseno membagi link yang berisi pidato-pidato Bung Karno. Isinya tidak hanya pidato namun juga khotbah saat Bung Karno jadi khatib shalat Jumat. Tidak ada beda antara keduanya, sama-sama disampaikan dengan berapi-api.

Salah satu pidato Bung Karno yang saya unduh dari link yg dibagi oleh Iman Brotoseno:

Bung Karno sedang menularkan optimisme pada rakyat melalui pidato-pidato yang disampaikannya.

Setelah saya dengarkan pidato-pidato Bung Karno itu, saya merasakan Bung Karno berpidato tidak sekedar berapi-api dan dengan suara yang menggelegar. Saya menilai Bung Karno sedang menularkan optimisme pada rakyat melalui pidato-pidato yang disampaikannya. Benar, optimisme.  Dengan situasi/kondisi saat itu tidak mudah mengajak rakyat untuk optimistis, Bung Karno mampu mengajak rakyat untuk tetap berjuang dan optimis bahwa keadaan yang lebih baik menunggu di depan mata. Betapa hebatnya Bung Karno.

Sekarang Anies Baswedan mengajak kita semua turun tangan bareng untuk menjadikan keadaan jauh lebih baik.

Lalu untuk saat ini, siapa yang mempunyai kehebatan seperti Bung Karno? Benar. Anies Baswedan. Banyak opini-opini yang dia sampaikan –silakan browsing di YouTube—sangat mempengaruhi pendengarnya untuk optimis. Terbaru adalah saat dia berpidato di acara konvensi calon presiden, pidatonya benar-benar seperti Bung Karno. Memang gaya Anies Baswedan tidak berapi-api dengan suara menggelegar seperti Bung Karo tapi pesan yang coba disampaikan dari pidatonya adalah sama. Mereka mengajak rakyat untuk optimistis.

Jika dulu Bung Karno mengajak rakyat untuk optimistis berjuang melawan penjajah untuk keadaan yang lebih baik, sekarang Anies Baswedan mengajak kita semua turun tangan bareng untuk menjadikan keadaan jauh lebih baik.

 

Featured Image Source

856 Total Views 1 Views Today

4 Comments

  1. 02/22/2015
    Reply

    Saya orangnya realistis, tapi bukan juga hiper-realis. Hiper-realis jadi sangat skeptis. Gus-Dur org yang bitter realist, hampir mirip dengan saya (suka nyama-nyamain deh). Secara karakter saya tidak suka orang-orang seperti Pak Anies, tapi memang orang-orang spt ini harus tetap ada di dunia ini, krn banyak manusia memang butuh untuk dimotivasi baru maju… kebetulan saya tidak .. hahaha..

    Anyway, nice blog, nice design… minimalist, kayak rumah-rumah zaman sekarang.

    • 02/22/2015

      Gus Dur itu luar biasa. Cara berkomunikasinya sangat mengagumkan, meski tidak semua suka. Anies-pun demikian. Ada yg suka dan tidak. Keduanya tetap harus ada biar makin ramai dunia ini.

      Eh tapi ngomong-ngomong, tahu dimana Anies sekarang? Biasanya dia muncul kalau ada isu KPK? Kalau tahu dia dimana, kabari dia, KPK sedang ramai :))

    • 02/22/2015

      Anies kan menteri pendidikan, dia gak boleh terlalu komen di luar bidangnya kalau udah jadi regulator. Harus fokus di pendidikan. Yg jelas soal Anies, belum banyak gebrakan.

    • 02/22/2015

      Belum se-agresif Kementerian Kelautan dan Perikanan, memang. Dia baru sebatas membatalkan UN jadi syarat kelulusan. Tapi kok saya yakin ide-ide dia tentang pendidikan perlahan akan terimplementasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *