Window Seat

Window seat ya, mbak?” Selalu begitu setiap saya check-in di bandar udara. Window seat hanyalah istilah yang sering digunakan untuk menyebut posisi duduk mepet dengan jendela. Kenapa saya selalu memilih tempat duduk itu?

Mendengarkan musik, baca majalah dan menyantap makanan yang dihidangkan –kalau pas kebetulan disediakan, lalu setelah itu? Tentu akan sangat membosankan jika hanya menikmati suasana dalam pesawat. Statis. Beda dengan kita menikmati pemandangan di luar pesawat;


Stasiun Gambir

Sebagai kaum urban yang harus bolak-balik kampung ke ibukota, saya dibuat akrab dengan moda transportasi kereta api. Karena itulah saya sering berkunjung ke stasiun besar kereta api di Jakarta, Stasiun Gambir. Stasiun kereta api yang berada persis di tengah ibukota negara dan berdampingan dengan salah satu ikon Indonesia, Tugu Monumen Nasional (Monas).

Banyak yang menarik di Stasiun Gambir, saya mencoba menggambarkan suasana Stasiun Gambir dengan kamera ponsel (telepon seluler), hanya satu foto saja yang kebetulan saya ambil dengan kamera saku.


Kampoeng Kopi Banaran

Sudah lama sebenarnya saya dan keluarga besar menikmati Kampoeng Kopi untuk sekedar bersantai bersama, Agustus dua tahun yang lalu tepatnya.

Setelah lelah beraktivitas seharian, malamnya kita bisa makan malam sambil menikmati udara malam kebun kopi. Lengkap dengan kopi dan singkong goreng tentunya.


WhatsApp dan Segala Keriuhannya

Perkembangan teknologi memang selalu menarik meski hanya sebuah aplikasi mengobrol lewat ponsel cerdas. Saya yang kadang di Jakarta kadang di Sleman bisa mengobrol asyik dengan beberapa kawan yang sedang dimanapun mereka berada di bumi ini. Hey… What’s up?

Sudah tidak perlu lagi dibahas detil tentang apa itu WhatsApp. Sebuah aplikasi yang digunakan untuk ngobrol lewat ponsel cerdas yang terhubung internet.


Setelah 3 hari Di Sebangsa

Sama halnya dengan Facebook dan Twitter yang semakin menarik jika kita mempunyai jaringan pertemanan yang banyak, Sebangsa-pun demikian. Maka itu saya mencoba menuliskan 3 hari pertama saya bersama Sebangsa supaya jaringan pertemanan semakin banyak dan Sebangsa menjadi semakin menarik dan sangat menarik.

Pertama kali kenal Sebangsa dari media sosial YouTube. Setelah 3 hari menggunakan, berikut beberapa hal menarik tentang Sebangsa;