Geolog dan Media Sosial

Geolog yang berbagi pengetahuan melalui media sosial adalah Rovicky Putrohari dengan Dongeng Geologi-nya

Secara geologi, letak Indonesia menarik; tumbukan lempeng tektonik-nya juga aktivitas kegunung-apian-nya. Belum banyak yang mengerti dan paham tentang itu semua. Kita masih sering mendengar ketidaksiapan saat menghadapi gempa bumi, ketidaksiapan menghadapi erupsi gunung api dan ketidaksiapan menghadapi bencana geologi lainnya. Andai saja sudah banyak yang mengerti dan paham tentang bagaimana posisi tempat dimana mereka tinggal secara geologi, tentu akan lebih mengerti tentang bencana geologi yang berpotensi terjadi dan menjadi lebih siap dengan apa yang harus dihadapi.


Fenomena Akik Menggila. Tukang Akik Dimana?

Terkaget ketika membaca linimasa media sosial. Salah satu trotoar di Jakarta dirusak karena ada batu yang diyakini masyarakat sebagai batu petuah. Mereka berencana menjadikan batu tersebut menjadi cincin akik.


Akhir Pekan Kaum Urban

Sabtu pagi-pagi sekali, saya baru tiba di Stasiun Kereta Api Yogyakarta.

Jakarta adalah pusat ekonomi Indonesia, uang berputar-putar disana. Ini membuat kami yang hidup di daerah tertarik untuk mencari nafkah disana. Alhasil banyak sekali kaum urban yang harus bolak-balik dari tempat tinggal ke tempat kerjanya. Saya misalnya, Senin hingga Jumat ada di Jakarta, kadang juga perjalanan ke daerah lainnya, dan berakhir pekan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.


Tergantikan Oleh Gadget Seukuran Saku Kemeja*

Era media sosial membuat kita akrab dengan koneksi internet yang selalu terhubung dengan gadget cerdas. Menyenangkan, karena semua itu memudahkan kita. Dari sekedar ngobrol melalui aplikasi chatting yang sederhana, mengabarkan sesuatu pada kawan menggunakan email, memantau perkembangan dunia melalui media sosial, menyimpan data di cloud, hingga menyusun agenda pribadi, semuanya terhubung dengan internet dan gadget cerdas.


Window Seat

Window seat ya, mbak?” Selalu begitu setiap saya check-in di bandar udara. Window seat hanyalah istilah yang sering digunakan untuk menyebut posisi duduk mepet dengan jendela. Kenapa saya selalu memilih tempat duduk itu?

Mendengarkan musik, baca majalah dan menyantap makanan yang dihidangkan –kalau pas kebetulan disediakan, lalu setelah itu? Tentu akan sangat membosankan jika hanya menikmati suasana dalam pesawat. Statis. Beda dengan kita menikmati pemandangan di luar pesawat;